Powered By Blogger

Minggu, 16 September 2012

Kita Menyatu dan K I T A Terpisah

Sore itu, awal kita bertemu.. disuatu tempat yang menjadi salah satu tempat kenangan kita.
Aku bersama pria lain, temanku. Kau bersama teman-temanmu.
Aku melihat kearahmu, mungkin kau pun mmelihat kearahku juga. Kita.. dua insan yang tak atau belum saling mengenal.
Kemudian.. kita pergi. Kamu kesana, aku kesini. Kita berbeda arah.

Keesokan harinya seseorang menghubungiku, temanmu yang aku kenal juga. Dia menanyakan bersama siapa aku sore itu. Aku tanya kenapa. Dia menjawab bahwa ada temannya yang tertarik kepadaku, 'waw' aku terkejut. Aku tanya siapa, 'kamu' katanya. Itulah awal kisah kita.

Pertemuan yang tidak sengaja, dimulai dari 'modal nekat' aku menghubungi kamu duluan. kita berkenalan lalu menjadi adik kakak yang pada akhirnya menjadi sepasang kekasih. Sungguh tidak kusangka aku bisa bersamamu, pria yang sebelumnya tidak aku kenal, pria yang bisa secepat itu membuat aku merasakan nyaman yang teramat saat bersamamu, dan pria yang secepat itu pula bisa membuat aku begitu sangat menyayanginya sampai saat ini.

Aku dan kamu menyatu menjadi KITA.
Kita.. mulai menjalani hari-hari bersama. mulai lebih mengenal satu sama lain seiring dengan berjalannya waktu. mulai menyayangi satu sama lain dan memulai semuanya sebagai KITA bukan aku atau kamu.

Banyak hal baru yang aku temukan bersama kamu, sesuatu yang tidak aku temukan sebelumnya bersama orang lain. entah apa itu, mungkin karena aku merasa bahwa kamu berbeda.
Tapi? apakah kamu merasakan hal yang sama denganku? maaf, aku tidak yakin akan hal itu.
Sekian lama kita bersama, suka, duka kita lewati bersama. Manis dan pahitnya cinta. tangis, tawa, canda, cemburu, hal yang biasa untukku.
Kau datang dan pergi berkali-kali sesukamu kepadaku. Kau mengucapkan kata cinta, kata-kata manis dari mulutmu yang membuatku menerimamu kembali selain alasan ya memang karna aku masih menyayangimu.
Sebegitu bodohnya kah aku? dengan mudah menerima dan mempercayaimu lagi setelah kau sakiti aku berkali kali. Kau sesosok pria yang abu-abu dimataku, tidak jelas keberadaanmu, datang, pergi, datang dan pergi lagi sampai pada akhirnya kini kau benar-benar pergi.

Ya.. kini KITA tak lagi menjadi kita. mungkin masih menjadi kita tapi kini K I T A bukan KITA.
kau putuskan hubungan ini tanpa sebab dan alasan yang pasti, yang hingga saat ini pertanyaan itu terus membayangi pikiranku tentang alasan itu yang tak kutau jawabannya. apa? mengapa? dan siapa? hanya kau lah yang tau.

Waktu terus berjalan. akupun masih disini, terperangkap bersama bayang-bayang dirimu, bayang-bayang kenangan kita selama ini. aku rindu, ya! AKU RINDU KITA!
Aku rindu semua kebiasaan yang kita lakukan bersama, konyol, tapi membahagiakan.
Aku rindu kata-kata manismu dulu. kata-kata yang membuatku malu-malu saat kau bisikkan kepadaku kata itu, 'I Love You' atau 'Aku Sayang Kamu' tiap ada saat yang tepat.
Aku rindu canda tawa kita. bahkan aku rindu cemburu, khawatir dan tangisku untukmu.
Aku rindu pelukanmu, aku rindu dekapanmu, aku rindu sentuhan tanganmu. Aku rindu semua tentang kita.

Kini semua itu tak akan pernah kudapatkan lagi. karena K I T A telah terpisah.
Dan KITA yang dulu, kembali menjadi aku dan kamu.

Entah sampai kapan aku begini
mungkin sampai otakku yakin untuk berhenti memikirkanmu,
mungkin sampai hatiku yakin untuk berhenti menyayangimu,
atau mungkin aku sendiri juga tak tau kapan itu semua akan terjadi.

Sejauh ini, aku hanya bisa menjaga.. hatiku.. untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar