Malam itu, setelah sebulan kita dekat sebagai sepasang kekasih yang tertunda.
Malam itu aku bermimpi, entah apa tanda dari mimpi itu. Aku bermimpi kita telah bersatu dan bersama sebagai sepasang kekasih baru. Keesokan harinya aku terbangun, aku memikirkan tentang apa arti dari mimpi itu. Aku mengirim pesan singkat kepadamu dan kamupun membalasnya. Aku menceritakan tentang mimpi itu dan entah sebuah kebetulan, kebohongan atau memang kenyataan, kamu pun menceritakan tentang mimpi yang sama.
Aku tidak percaya, awalnya, sampai saat ini pun aku belum percaya tentang mimpi kita yang sama itu.
Tapi, apapun itu, mimpi itulah yang akhirnya mempersatukan kita.
Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya kita bersama, selama satu bulan, tujuh bulan, sampai limabelas bulan kita bersama dan mimpi yang mempersatukan kita itupun berubah menjadi mimpi buruk yang memisahkan kita.
Secepat itukah kebahagiaanku berakhir? secepat itukah aku merasa kehilangan? kehilangan semua rasa bahagia, rasa nyaman, rasa cinta yang telah engkau berikan? sungguh tidak adil jika dibandingkan dengan semua pengorbanan dan ketulusanku selama ini.
Kau anggap aku apa selama ini? tiga kali kau datang dan pergi dengan seenaknya tanpa memikirkan perasaanku. sampai pada akhirnya kamu benar-benar pergi, ya! benar-benar pergi dari kehidupanku atas kemauanmu BUKAN kemauanku!
Andai kau tau aku disini selalu menantimu, selalu menanti dirimu kembali ke pelukanku. sampai pada akhirnya aku tau bahwa dirimu telah berdua dengannya. menyakitkan! SUNGGUH MENYAKITKAN
Menyakitkan jika melihat kau dengannya. secepat itu. Ya, secepat itu kau menggantikan posisiku dihatimu dengan wanita lain, padahal aku? aku belum bisa menggantikan posisimu dihatiku dengan pria lain kau tau?!
Apakah kau yakin bahwa dia bisa menyayangimu lebih dari aku? Apakah kau sudah cukup yakin bahwa kau tidak akan menyakitinya seperti kau menyakitiku? Apakah kau sudah yakin kalau kau mencintai dirinya, bukan aku?
Semua itu akan terjawab pada waktunya.
Sampai pada suatu malam, aku bermimpi kembali. mungkin mimpi itu bukan mimpi yang pertama, ya, karna sesungguhnya hampir tiap malam aku memikirkanmu dan pada malam itulah kau juga hadir dalam mimpiku.
Tapi malam itu, kau hadir bersama DIA. kau hadir dimimpiku dan aku hadir dimimpi itu sebagai dia, wanita itu.
Di mimpi itu, kau mengatakan kata 'rindu' untukku, waw untukku? bukan untuknya.
entah apa yang sedang aku pikirkan malam itu sampai pada akhirnya aku bermimpi seperti itu. aku tak tau apa yang aku rasakan saat itu.
aku terbangun dan mengucapkan syukur kepada yang kuasa. dan aku bertanya, akankah mimpi itu bisa menjadi kenyataan? atau itu hanyalah sebuah mimpi yang akan terus menjadi mimpi? apa maksud dari mimpi itu ya Tuhan? apakah itu suatu tanda dan petunjuk dariMu? ataukah mimpi itu hanya gambaran dari keinginanku? entahlah
aku terus bertanya.
Akankah mimpi yang dulu mmpersatukan kita, dengan mimpi yang berbeda dapan mempersatukan kita kembali?
Mimpi.. mimpi.. mimpi.. tidak ada yang tau kapan akan terbangun atau terus berada dalam mimpi itu.
Sabtu, 15 September 2012
Aku dan Rasa Ini
Aku.. rasa ini.. ya, aku dan rasa ini, rasa yang sampai saat ini masih dan hanya untukmu. Aku tak tau, tak pernah tau. kapan rasa ini bisa berhenti menyayangimu, menyayangi dirimu. Kapan hati ini bisa berhenti merindukanmu, merindukan senyum manismu yang dulu selalu kau beri untukku disaat kita bersama. Aku tak tau, tak pernah tau kapan kepala ini, otak ini, bisa berhenti memikirkanmu, memikirkan semua tentangmu.
Akupun juga tak tau, kapan mata ini bisa berhenti menangisimu, menangisi kepergianmu. Kapan mata ini bisa melihat tatapan matamu lagi, tatapan yang dulu penuh cinta dan penuh ketenangan jika kita saling menatap.
Kapan raga ini bisa berhenti mengarapkanmu, mengharapkan sayangmu lagi untukku.
Kapan tangan ini bisa berhenti menantimu, menanti kehadiranmu, menanti kehadiranmu untukku, menanti kehadiranmu kembali. Kapan tangan ini bisa menemukan pasangannya lagi, bisa saling bergandengan seperti dulu disaat kita bersama. Tangan ini menunggu tanganmu untuk mengisi disela-sela jemariku ini.
Aku tak pernah tau. Kapan aku bisa melupakanmu, melupakan cintamu, melupakan senyummu, melupakan semua tentangmu. Kapan aku bisa melupakan cinta ini, cinta kita, cerita cinta yang telah sekian lama kita buat bersama, melupakan kenangan ini, semua kenangan yang telah kita buat selama ini, semua kenangan yang masih melekat erat dipikiranku sampai saat ini.
Aku tak tau, tak pernah tau. Kapan aku bisa melupakan semua tentang kita selama ini.
Mengapa sangat sulit rasanya melupakan semua ini? Akupun juga tak tau.
Akupun juga tak tau, kapan mata ini bisa berhenti menangisimu, menangisi kepergianmu. Kapan mata ini bisa melihat tatapan matamu lagi, tatapan yang dulu penuh cinta dan penuh ketenangan jika kita saling menatap.
Kapan raga ini bisa berhenti mengarapkanmu, mengharapkan sayangmu lagi untukku.
Kapan tangan ini bisa berhenti menantimu, menanti kehadiranmu, menanti kehadiranmu untukku, menanti kehadiranmu kembali. Kapan tangan ini bisa menemukan pasangannya lagi, bisa saling bergandengan seperti dulu disaat kita bersama. Tangan ini menunggu tanganmu untuk mengisi disela-sela jemariku ini.
Aku tak pernah tau. Kapan aku bisa melupakanmu, melupakan cintamu, melupakan senyummu, melupakan semua tentangmu. Kapan aku bisa melupakan cinta ini, cinta kita, cerita cinta yang telah sekian lama kita buat bersama, melupakan kenangan ini, semua kenangan yang telah kita buat selama ini, semua kenangan yang masih melekat erat dipikiranku sampai saat ini.
Aku tak tau, tak pernah tau. Kapan aku bisa melupakan semua tentang kita selama ini.
Mengapa sangat sulit rasanya melupakan semua ini? Akupun juga tak tau.
'Tuhan, jika memang dengan melupakannya bisa membuat aku jauh lebih baik dan tenang. Tolong bantu aku untuk melupakannya Tuhan. Kau tau yang terbaik untuk hamba-Mu ini. Bantu aku Ya Tuhan. Berilah petunjukmu dan jalan terbaikmu untuk aku dan dirinya :)'
Langganan:
Postingan (Atom)
