Powered By Blogger

Sabtu, 22 September 2012

Dwitasari :): Kepada Kamu dengan Penuh Tanya

Dwitasari :): Kepada Kamu dengan Penuh Tanya: Siapa kamu? Ah, kamu terlalu absurd untuk kulogiskan Kamu terlalu rumit untuk dijelaskan Kehadiranmu Kepergianmu Tak pernah...

Dwitasari :): Kau Tak Tahu, Aku Rindu!

Dwitasari :): Kau Tak Tahu, Aku Rindu!: Kau tak tahu, aku rindu Meskipun mengalir sajak-sajak kecil yang mencari muaranya, kamu Meskipun mengalir air mata deras yang m...

Dwitasari :): Kenapa Harus Kamu?

Dwitasari :): Kenapa Harus Kamu?: Kenapa harus kamu? Yang menghadirkan tanda tanya dan bisu yang menyeringai santai Kenapa harus kamu? Yang tiba-tiba datang lalu...

Dwitasari :): Kita (mungkin) Belum Benar-Benar Putus

Dwitasari :): Kita (mungkin) Belum Benar-Benar Putus: Mungkin, dulu aku tak benar-benar mencintaimu, ketika jantungmu berdetak lebih cepat saat bertemu denganku, aku tak merasakan jantungku...

Dwitasari :): Menangisi dia

Dwitasari :): Menangisi dia: Mata yang bengkak Bukti bahwa kau menangisi seseorang yang penting dalam hidupmu Wajah yang terlihat sembab Bukti bahwa ada cin...

Dwitasari :): AKU yang DIA Sembunyikan

Dwitasari :): AKU yang DIA Sembunyikan: Aku tak pernah bebas mencintai dia. Dia lebih suka kucintai secara diam-diam. Dia lebih suka kucintai tanpa harus ada banyak orang ya...

Dwitasari :): Perpisahan?

Dwitasari :): Perpisahan?: "Ketika TUHAN mengambil seseorang yang kau cintai, maka TUHAN akan menggantinya dengan seseorang baru yang suatu saat akan lebih kau cinta."...

Dwitasari :): hanya karena dia.... MENCINTAIMU

Dwitasari :): hanya karena dia.... MENCINTAIMU: "M ungkin, kaulupa bahwa ada seseorang yang membiarkan air matanya terbujur kaku dipipinya, hanya karena dia tidak ingin melihat perubahanmu...

Dwitasari :): Aku Ingin Memelukmu :')

Dwitasari :): Aku Ingin Memelukmu :'): Aku ingin memelukmu Walau rengkuhan jarak itu tak pernah mengizinkan kita bertemu Aku ingin memelukmu Walau jemari kita belum saling m...

Dwitasari :): Perpisahan itu ...

Dwitasari :): Perpisahan itu ...: "Aku masih merasakan udara yang sama. Masih berdiam ditempat yang sama. Tapi yang kurasakan tak lagi sama, kesunyiaan ini bernama tanpamu ."...

Dwitasari :): ini CINTA!

Dwitasari :): ini CINTA!: "Ini CINTA.  Walaupun otakku diluar kemampuan untuk melogiskannya" Awalnya, aku tak pernah memikirkanmu Aku melihatmu tanpa ada rasa sediki...

Dwitasari :): Membunuh Masa Lalu

Dwitasari :): Membunuh Masa Lalu: Mataku sembab, menangisimu Setiap kali mengingatmu sama saja mengundang air mata membasahi pipiku Pertemuan kita yang indah memang tak seind...

Dwitasari :): Kangen :)

Dwitasari :): Kangen :): Aku kangen. Beneran. Mungkin ini terdengar aneh. Namamu merangsuk masuk ke otakku diatas hapalan Biologi yang terlanjur lebih dulu masuk ke ...

Dwitasari :): Pria dalam Pelukku

Dwitasari :): Pria dalam Pelukku: Dia selalu memelukku seperti ini. Dengan lengan yang begitu lekat dan hangat, sampai bibirku tak mampu lagi ceritakan luka yang kurasakan. ...

Dwitasari :): Lagi... Tentang Kita

Dwitasari :): Lagi... Tentang Kita: Ini bukan yang pertama, duduk sendirian dan memerhatikan beberapa tulisan berlalu-lalang. Setiap abjad yang tersusun dalam kata terangkai m...

Dwitasari :): Sepotong Sore dan Hujan

Dwitasari :): Sepotong Sore dan Hujan: "B agaimana aku bisa mencari orang sepertimu?" Hujan selalu menyimpan tanda tanya. Kadang, hujan bisa juga menjadi jawaban. Dia membisu,...

Dwitasari :): Aku Tak Minta Banyak Hal, Tuhan

Dwitasari :): Aku Tak Minta Banyak Hal, Tuhan: Tuhan... selamat pagi, atau selamat siang, dan selamat malam. Aku tak tahu di surga sedang musim apa, penghujan atau kemaraukah? Ataukah mu...

Dwitasari :): Menjelaskan Kesepian

Dwitasari :): Menjelaskan Kesepian: Waktu merangkak dengan cepat, merangkak yang kita kira lambat ternyata bergerak seakan tanpa jerat. Semua telah berubah, begitu juga kamu...

Dwitasari :): Mungkin, aku terlalu berharap banyak

Dwitasari :): Mungkin, aku terlalu berharap banyak: Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sa...

Dwitasari :): Seminggu Setelah Kepergianmu

Dwitasari :): Seminggu Setelah Kepergianmu: Tak ada lagi kamu yang memenuhi kotak inbox di handphone-ku. Tak ada lagi sapamu sebelum tidur yang membuncah riuh di telingaku. Tak ada lag...

Dwitasari :): Musikalisasi Puisi - Mengais Masa Lalu

Dwitasari :): Musikalisasi Puisi - Mengais Masa Lalu: Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu   Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan   Terdampar dalam bayang-bayang yang ka...

Dwitasari :): (Kalau Tidak Salah) Ini buat Kamu

Dwitasari :): (Kalau Tidak Salah) Ini buat Kamu: Aku masih ingat satu kata yang mempertemukan kita Peluk. Lalu... kita berbalas sajak secara maya Waktu bergelak maju Jentikan ...

Dwitasari :): Merindukanmu dalam Sepi

Dwitasari :): Merindukanmu dalam Sepi: Hujan menari-nari perlahan menggelitik gemas pepohonan Dan angin mendesah Tubuhku menggigil Langit semakin cemas Ia terus-menerus...

Dwitasari :): Untuk Kekasih Baru Mantan Kekasihku

Dwitasari :): Untuk Kekasih Baru Mantan Kekasihku: Ah... Sebenarnya aku tidak mengenalmu Siapa kamu Dan berapa umurmu Tapi... Aku tak terlalu memedulikan itu Kudengar Kamu sudah menjadi pili...

Dwitasari :): Jalan Pulang Untuk Rindu

Dwitasari :): Jalan Pulang Untuk Rindu: Langit Kelabu di sinar mataku, 1 Februari 2012 Untukmu, yang mungkin telah melupakan aku Surat ini khusus kualamatkan ke rumah hatimu, tem...